Sistem Penggerak Bermasalah, Eskalator Stasiun Duri Bergerak Mundur hingga 12 Orang Luka
JAKARTA, Faktaterkini.net -
KAI Commuter mengungkap penyebab eskalator di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, mengalami gangguan hingga menyebabkan 12 penumpang terluka pada Sabtu (3/10/2026) pagi. Gangguan tersebut terjadi pada sistem penggerak eskalator.
Temuan itu diperoleh setelah KAI Commuter bersama PT KAI dan mitra melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas tersebut. "Untuk perbaikan fasilitas eskalator yang mengalami gangguan. KAI Commuter, KAI dan mitra bersama-sama telah melakukan pengecekan. Ditemukan gangguan pada sistem penggerak," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).
Karina mengatakan, perbaikan eskalator akan dilakukan secara intensif oleh tim teknis. Setelah perbaikan rampung, eskalator akan menjalani uji kelayakan untuk memastikan aspek keselamatan sebelum kembali difungsikan.
Selama proses perbaikan berlangsung, pengguna Stasiun Duri diarahkan menggunakan tangga manual. Sementara itu, pengguna prioritas dapat memanfaatkan lift yang berada di belakang mushala.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Untuk waktu perbaikan akan kami lakukan maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna pada saat menggunakan eskalator," ujar Karina.
12 Penumpang Luka Sebelumnya, eskalator tersebut mengalami gangguan sekitar pukul 07.45 WIB ketika sedang digunakan penumpang. Eskalator yang seharusnya bergerak naik tiba-tiba bergerak mundur ke bawah.
Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan saling bertabrakan. Marsya, salah satu penumpang yang berada di lokasi, mengatakan dirinya tidak ikut terjatuh.
Namun, dia sempat melihat sejumlah penumpang sudah berada di bagian bawah eskalator. "Pas kejadian itu, saya enggak ngalamin cuma sempet liat pas mereka udah jatoh ke bawah. Eskalatornya tiba-tiba jalan mundur. Jadi harusnya naik ke atas, tapi pas kejadian itu mundur. Orang enggak siap ya, jadi badannya pada jatoh semua, saling nubruk, gak seimbang ya," kata Marsya.
Menurutnya, penumpang yang berada di eskalator sempat berteriak meminta pertolongan. Petugas kemudian mengevakuasi mereka ke posko kesehatan di stasiun. KAI Commuter mencatat terdapat 12 pengguna yang terdampak, terdiri dari 10 orang dewasa dan dua anak-anak. Seluruhnya mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan awal di Pos Kesehatan Stasiun Duri.
Dari jumlah tersebut, lima orang telah melanjutkan perjalanan, lima orang akan dirujuk ke RS Duta Indah, sedangkan dua lainnya menjalani observasi lebih lanjut. Eskalator Ditutup Pasca kejadian, area eskalator langsung diamankan dan penggunaannya dihentikan sementara.
Eskalator juga ditutup menggunakan terpal putih dan pembatas. Meski demikian, gangguan tersebut tidak menghambat perjalanan kereta. Penumpang tetap dapat menuju peron dengan menggunakan tangga manual maupun akses lainnya.
Calon penumpang bernama Putra meminta KAI lebih rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap fasilitas di stasiun. Menurutnya, gangguan eskalator dapat membahayakan penumpang, terutama saat stasiun dalam kondisi ramai.
"Semoga lebih diperhatikan lagi fasilitas-fasilitasnya. Maintenance-nya harus rutin. Jangan sampai menimbulkan korban," kata Putra. Putra juga menilai kejadian tersebut beruntung terjadi pada hari libur.
Sebab, jika gangguan serupa terjadi pada pagi hari saat hari kerja, jumlah penumpang yang menggunakan eskalator diperkirakan jauh lebih banyak. "Ini untung kejadiannya hari libur. Coba kalau hari kerja pagi-pagi, pasti banyak yang jadi korban," ujarnya.
KAI Commuter memastikan pemeriksaan dan perbaikan eskalator dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pengguna. Setelah perbaikan selesai, fasilitas tersebut tidak langsung digunakan, melainkan terlebih dahulu menjalani uji kelayakan.
Sumber: Kompas.com
Tidak ada komentar