Mirip Bunga Lawang, Mang Cau Tak Boleh Dikonsumsi dan Bisa Picu Keracunan
Faktaterkini.net -
Sebuah unggahan di media sosial Instagram menyebutkan ada salah satu rempah khas Indonesia yang dapat menyebabkan keracunan. Rempah itu sejenis bunga lawang, dan bisa berbahaya jika masyarakat tak bisa membedakan antara keduanya. "Jangan asal cemplungin rempah ini ke masakan kalian kalau enggak mau satu rumah keracunan.
Baru-baru ini ada kasus viral di Cina. Ada seorang ibu yang lagi masak sup daging terus iseng ngitung kelopak bunga lawang di panci. Pas dihitung kok jumlahnya ada 13 sudut padahal normalnya kan cuma 8," tulis akun Instagram @mah****** pada Senin (28/9/2026). Lantas, benarkah terdapat rempah yang mirip bunga lawang yang dapat menyebabkan keracunan?
Rempah mirip bunga lawang bernama mang cau Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si. membenarkan bahwa mang cau atau Japanese star anise memiliki bentuk yang mirip dengan bunga lawang.
“Memang mang cau itu memang mirip dengan bunga lawang,” kata Inggrid ketika dihubungi Kompas.com pada Kamis (1/10/2026). Namun, berbeda dengan bunga lawang yang umum digunakan sebagai rempah masakan, mang cau tidak dapat dikonsumsi.
Menurut Inggrid, mang cau mengandung sejumlah zat toksik yang dapat menyebabkan keracunan apabila dikonsumsi. “Mang cau atau Japanese star anise itu tidak bisa dimakan ya. Karena kalau dimakan menyebabkan keracunan karena ada beberapa zat toksik,” ujarnya. Inggrid menyebut, zat toksik yang terdapat dalam mang cau antara lain anisatin dan shikimin.
Kandungan tersebut dapat menimbulkan sejumlah gejala keracunan, seperti muntah, kejang, halusinasi, serta peradangan pada saluran pencernaan dan ginjal.
Cara bedakan mang cau dengan bunga lawang Inggrid mengatakan, mang cau dan bunga lawang sebenarnya cukup mudah dibedakan jika memperhatikan bentuk fisik dan aromanya. Salah satu cara membedakannya adalah dengan menghitung jumlah sudut atau kelopak berbentuk bintang pada rempah tersebut. “Namanya juga star anise atau bintang, bentuknya kayak bintang.
Terus kalau bintangnya mang cau itu bisa 13, bisa 14 sudut gitu,” kata Inggrid. Sementara itu, bunga lawang yang biasa digunakan sebagai rempah umumnya memiliki enam atau delapan sudut. “Kalau bunga lawang, kembang lawang atau star anise yang biasa, bintangnya itu enam, enam sudut atau delapan gitu,” ujarnya.
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari bentuk ujung sudutnya. Menurut Inggrid, ujung sudut mang cau cenderung lebih tajam dibandingkan bunga lawang. “Terus ujung-ujungnya kalau mang cau tajam. Kalau bunga lawang enggak setajam itu,” tutur Inggrid.
Selain bentuk fisik, mang cau dan bunga lawang juga dapat dibedakan berdasarkan aromanya. Inggrid menyarankan untuk memecahkan kelopak rempah tersebut terlebih dahulu, kemudian mencium aromanya. “Kalau untuk pembedaan yang lain dari bau.
Jadi, dicium aja, kita pecahkan (kelopak bunga lawang atau mang cau) lalu kita cium,” katanya. Bunga lawang yang biasa digunakan untuk memasak memiliki aroma manis yang khas dan menyerupai licorice.
“Kalau bau bunga lawang yang untuk masak itu memang ada aroma sweet gitu ya, aroma manis dan aromanya seperti licorice,” ujar Inggrid. Menurut dia, aroma bunga lawang juga dapat menyerupai permen. Sementara itu, mang cau memiliki aroma yang berbeda. “Tapi kalau mang cau atau Japanese star anise itu baunya kayak bau obat, kayak bau-bau obat pahit. Jadi dari bau juga dia udah sangat berbeda,” pungkas Inggrid.
Sumber: Kompas.com
Tidak ada komentar