Header Ads

Header ADS

Kebakaran Besar di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan KDMP untuk Pengungsian Warga



MATARAM, Faktaterkini.net -

Pascainsiden kebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pemerintah daerah bergerak cepat menyiapkan lokasi pengungsian sementara bagi warga terdampak. 


Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disiapkan sebagai tempat penampungan sementara sembari menunggu proses pemulihan dan rekonstruksi kawasan adat tersebut. Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas pengungsian sementara untuk warga Desa Adat Sade yang terdampak kebakaran. 



"Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sudah menyiapkan KDMP untuk pengungsian sementara, nanti tinggal kita duduk bersama untuk proses rekonstruksi dan lain-lainnya," kata Iqbal, Minggu (23/8/2026).


Bagaimana kondisi terkini di lokasi kebakaran? 

Iqbal baru saja tiba dari Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah melakukan pendampingan proses pemulihan pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. Setibanya di Lombok, ia langsung meninjau lokasi kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, untuk memastikan penanganan berjalan cepat.


 Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Fokus utama saat ini adalah penanganan warga terdampak serta pemulihan kondisi lingkungan desa adat. "Yang paling penting saat ini bagaimana masyarakat dan seluruh warga dalam keadaan selamat," ujarnya.


Apa penyebab kebakaran di Desa Adat Sade? 

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di salah satu rumah warga. Api kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi. Namun demikian, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah menyatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.


 "Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, apakah itu akibat arus pendek listrik atau faktor lain," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf dikutip dari Antara. Kondisi ini diperparah oleh karakteristik bangunan tradisional di Desa Adat Sade yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar. 


Rumah-rumah di kawasan tersebut memiliki atap dari ilalang serta dinding dari anyaman bambu. Kombinasi material tersebut membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah lain yang berdekatan, sehingga mempercepat meluasnya kebakaran.


Desa Adat Sade dikenal sebagai kawasan tradisional suku Sasak yang masih mempertahankan arsitektur rumah adat khas Lombok. "Hari ini petugas gabungan sedang membersihkan material sisa kebakaran di lokasi kejadian," kata Ridwan Maruf. 


Ia menjelaskan kebakaran terjadi pada Sabtu malam (22/8/2026), dan sejumlah mobil pemadam kebakaran gabungan telah dikerahkan untuk memadamkan api yang melalap ratusan rumah adat tersebut. "Hingga pagi hari ini petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran.


 Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan dan pembersihan material di lokasi," katanya. Data sementara menunjukkan sekitar 120 unit rumah terbakar, sementara jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan.


Apa dampak kebakaran bagi warga setempat? 

Kebakaran yang terjadi pada malam hari membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga mereka. Salah satu warga, Amaq Imi, mengatakan api muncul secara tiba-tiba saat sebagian besar warga sedang tertidur. Akibatnya, berbagai barang penting seperti kain tenun, uang, hingga ponsel tidak dapat diselamatkan.


 "Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah, karena tidak ada barang yang bisa diselamatkan, hanya pakaian yang saya gunakan ini saja," kata dia. Saat ini, sebagian warga memilih mengungsi sementara di rumah keluarga sambil menunggu bantuan dan penanganan lebih lanjut dari pemerintah. Desa Adat Sade sendiri merupakan salah satu destinasi budaya penting di Lombok.


 Terletak di Dusun Rembitan, Kecamatan Pujut, kawasan ini dikenal sebagai pusat pelestarian budaya suku Sasak, termasuk tradisi tenun dan arsitektur rumah adat yang masih dipertahankan hingga kini.


Sumber: Kompas.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.