Bukan Sekadar Kue, Undangan Maulid di Pamekasan Bawa Pulang Kompor Gas
Pamekasan, Faktaterkini.net -
Ratusan warga Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, membawa pulang kompor gas dua tungku dan uang tunai saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di rumah Hermanto, Minggu (23/8/2026).
Lebih dari 300 orang yang hadir masing-masing mendapatkan satu kompor gas dua tungku. Kompor tersebut dibungkus plastik besar dan dibagikan kepada seluruh warga yang datang. Selain kompor gas, setiap warga juga menerima amplop berisi uang Rp 100.000 serta kue dan buah-buahan seperti dalam perayaan Maulid Nabi pada umumnya.
Taufiqurrohman, warga Kecamatan Galis, Pamekasan, mengatakan dirinya melihat langsung antusiasme warga saat menerima pembagian tersebut.
"Semua yang hadir senang semua, karena baru sekarang diberi kompor gas saat Maulid," katanya, Rabu (26/8/2026). Menurut Taufiqurrohman, pembagian kompor gas tersebut menjadi hal yang tidak biasa dalam peringatan Maulid Nabi di wilayah tersebut. "Jangankan kompor mas, dapat uang saja mereka senang," kata Taufiqurrohman.
Warga bawa mobil untuk angkut kompor
Taufiqurrohman mengatakan, warga pulang dengan membawa berbagai pemberian, mulai dari kompor gas, uang tunai, kue hingga buah-buahan. Banyaknya barang yang diperoleh membuat sebagian warga kesulitan membawanya pulang.
Bahkan, sejumlah undangan datang berombongan menggunakan mobil. Menurut Taufiqurrohman, sebagian warga sudah mengetahui bahwa mereka akan mendapatkan kompor sehingga menyiapkan kendaraan untuk membawa barang bawaan. Jika seluruh pemberian tersebut dihitung dalam nilai rupiah, setiap orang diperkirakan memperoleh lebih dari Rp 500.000.
"Istri saya sempat menghitung, jika diuangkan bisa lebih Rp 500.000 per orang," tuturnya. Taufiqurrohman mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di rumah Hermanto digelar meriah setiap tahun.
Hal itu membuat ratusan warga datang untuk bersalawat dan berdoa bersama. Menurut dia, tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW masih kuat di tengah masyarakat Madura. Perayaan tidak hanya digelar di masjid dan mushala, tetapi juga di rumah-rumah warga yang mampu menyelenggarakannya.
"Bagi yang mampu mengadakan peringatan Maulid Nabi di rumah, tapi warga yang kurang mampu bisa berkumpul di Masjid-masjid bersama-sama," kata dia.
Sumber: Kompas.com
Tidak ada komentar